ALAM
konsep orang Aceh, ada pertanyaan, siapa sebenarnya yang
dikatakan sebagai tidak waras? Pertanyaan ini bisa hadir
tiba-tiba bila kita sering duduk di bale-bale gampong.
Pembicaraan orang-orang yang dengan mudah disebut awam,
biasanya menghadirkan waras dalam konsep yang berbeda.
Konsep menurut mereka, bisa jadi berbeda dengan konsep
menurut kita.
Di
gampong, melihat persoalan ini, agak berbeda dengan
kita yang kebanyakan, yang terdidik, yang intelektual.
Pada saat bulan Puasa tiba, maka orang-orang gampong
seperti bersepakat untuk menyebut ilhap untuk
orang-orang yang tidak berpuasa. Logikanya, karena orang
ilhap memang tidak wajib berpuasa.
Ilhap,
dengan demikian, merupakan konsepsi tentang kewarasan.
Ilhap, berarti tidak waras. Orang yang disebutkan
sebagai ilhap, dianggap sedang mengindap sesuatu;
teks atau konteks. Orang yang secara kesehatan dikatakan
waras, tapi orang gampong akan menyebut ilhap
bila terdapat perilakunya yang tak waras. Dengan
demikian, perilaku tidak waras, bisa saja dilakukan oleh
orang-orang yang waras.
Demikian
juga orang yang tidak sembahyang Jumat atau tidak
sembahyang lima waktu, juga akan dikatakan ilhap
bila tidak melakukannya. Menunaikan kewajiban adalah
waras. Orang yang berusaha meninggalkan kewajiban, akan
dianggap tidak waras.
Dalam hal
ini, sebagai kenyataan Ketuhanan. Di samping orang
ilhap juga disebut untuk orang-orang yang tidak
mengindahkan keharusan kenyataan Kemanusiaan.
Orang-orang yang membatasi hubungan dengan orang lain,
dikatakan sebagai ilhap.
Berhubungan
dengan orang lain, adalah prasyarat untuk tinggal
bersama dalam satu gampong, satu jurong,
dalam satu lingkungan. Tentu bila jalan ini tidak mau
diakui, tentu saja harus memilih jalan hidup sendiri –di
luar kehidupan bersama dengan orang lain. Hutan
sekalipun, belum tentu bisa menjadi jawaban ini, karena
secara alamiah, hewan dengan kebinatangannya pun, harus
hidup berkelompok. Maka dikatakan ilhap bila
mengingkari konsekuensi kemanusiaan.
Konsekuensi
hidup bersama adalah mengikuti aturan dan nilai yang
berlaku bersama; tertulis atau tidak tertulis.
Orang-orang yang mengganggu orang lain, juga ilhap.
Orang-orang yang mengganggu ketenangan, juga ilhap.
Semua perilaku miring di sekitar kita, walau
dilakukan oleh orang-orang sehat menurut medis, tapi
bisa dikategorikan sebagai ilhap dalam konteks
ini.
Itu
keyakinan orang-orang gampong. Kalau seseorang
yang dikatakan ilhap di seluruh gampong,
biasanya akan malu dan memilih menghindar untuk beberapa
waktu atau selamanya. Orang-orang yang disebut ilhap,
secara naluriah akan sangat malu.
Bayangkan
kalau orang ternyata ada yang bangga disebut ilhap.
Berarti, kadaritas warasnya sedang bermasalah
berlipat-lipat. Tingkat kesehatan rohaninya, sudah masuk
dalam kategori kronis bin kritis.
Tak bisa
dibayangkan, bila orang-orang seperti itu ternyata makin
banyak dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke
bulan, tahun ke tahun. Mereka merasa sangat bangga bila
ada yang menyebutnya ilhap.
Dasar
ilhap!(ST)