DA
sebuah debat di kuta pada saat dilaksanakan
sebuah konferensi pers di sebuah kedai kopi. Konferensi
pers itu dilaksanakan untuk membicarakan rencana
pelaksanaan sebuah konferensi besar oleh para
intelektual. Dan patut dicatat, bahwa konferensi yang
direncanakan ini adalah untuk pertama kali.
Sebuah
konferensi, menurut sebagian orang di kuta, itu
tetap penting. Tapi ada sebagian orang yang juga
menganggap penting, tapi bukan yang terpenting.
Sebenarnya ada empat kelompok yang bisa dikategorikan
dari rencana itu, selain tentu saja sebuah kelompok yang
hanya mengamati saja, melihat debat itu lalu menulisnya.
Sebagai pengamat, mereka tidak menentukan sikap, baik
pada posisi penting atau pada posisi terpenting.
Pengamat
itulah yang mencatat ada empat pihak yang memiliki
pendapat sendiri –saya dengar dari salah satu orang yang
termasuk dalam kategori pengamat ini. Pertama,
konferensi itu harus dilaksanakan. Namun sama sekali
tidak dijelaskan mengapa konferensi itu harus
dilaksanakan. Sama sekali tak memberikan alasan. Yang
jelas, konferensi harus terlaksana.
Kedua,
orang-orang yang mengharapkan konferensi itu
dilaksanakan karena itu sangat penting bagi masa depan,
dengan melihat masa lalu yang panjang. Banyak masalah
yang harus dibahas dan itu harus diberikan
pemikiran-pemikiran melalui sebuah konferensi.
Ketiga,
orang-orang yang menolak konferensi, tapi juga tidak
menjelaskan mengapa konferensi harus ditolak. Sama
sekali tidak dijelaskan alasannya. Ada kebiasaan
sekelompok orang, adalah menolak segala hal yang
dilaksanakan di kuta, apalagi bila itu tercantum
jumlah dana yang sangat besar.
Keempat,
orang-orang yang menolak konferensi, dengan alasang
didanai bukan oleh lembaga yang tepat, dan menggunakan
dana yang seharusnya dapat dipergunakan untuk bidang
lain yang lebih mendesak. Mereka beranggapan banyak
korban bencana yang masih belum terpenuhi hak-haknya.
Maka konferensi itu dianggap sebagai suatu kegiatan yang
bukan terpenting.
Keempat
pihak, berada dalam satu konferensi dengan empat
kapling. Para pengamat memberitahukan kepada banyak
orang semua sikap orang-orang itu. Ada empat kapling
yang berada dalam satu konferensi pers yang digelar, dan
seperti berada dalam empat konferensi yang berbeda.
Para
intelektual lain muncul untuk memikirkan konferensi
lainnya. Konferensi ini yang akan membahas empat pihak
yang berbeda pendapat dalam satu konferensi pers yang
membahas rencana pelaksanaan konferensi.
Menurut
sebagian orang ini, sangat penting untuk memikirkan
solusi atas perbedaan-perbedaan pandangan dalam sebuah
konferensi pers yang ada empat pendapat itu. Bagi
mereka, konferensi ini maha penting untuk dilaksanakan
terlebih dahulu.
Ketika
konferensi mau dilaksanakan, ternyata gelombang masalah
makin meletup. Bayangkan konferensi untuk menyelesaikan
masalah dalam konferensi tidak juga selesai. Entah
menjadi pertanda apa yang sedang diperlihatkan oleh Yang
Maha Kuasa.
Tapi ada
orang yang tidak kunjung mengerti semua fenomena,
sampai-sampai muncul sekelompok orang lain yang
mengatakan: namanya saja konferensi![ST]