APAT
dikatakan sebagai sebentuk arogansi bila ada para
pengendara sepeda motor yang sangat suka menyalakan
lampu-lampu sorotnya ketika malam. Lampu jarak jauh
itu-- sepertinya didesain untuk menembus kabut, agar
jarak pandang bisa lebih jauh. Lampu itu akan diganti
dengan lampu biasa bila ada kendaraan lain yang
berlawanan arah. Bayangkan bila semua menggunakan lampu
jauh di jalan pada malam hari, semua akan sapu
mata.
Ternyata
perilaku pengendara juga ada masalah. Di jalan, sering
kita temui orang-orang yang tidak mau dengan kesusahan
orang lain karena mendapat cahaya lampu yang tidak
semestinya.
Dalam dua
tahun terakhir, di jalan kita merasakan ada peningkatan
jumlah kendaraan. Jalan-jalan seperti semakin sempit.
Perilaku-perilaku yang tidak sabar semakin meningkat.
Menerobos traffic light sering terlihat.
Kendaraan diparkir tak tentu tempat. Jalan-jalan lebar,
menjadi sempit karena sebagian jalan sudah digunakan
sebagai tempat parkir.
Ada nada
yang menggugah, di satu pihak, jumlah kendaraan seperti
mensyaratkan adanya pertambahan jumlah dan ukuran jalan.
Pada saat yang sama, sering didapati masalah susahnya
membebaskan tanah bila ada sebuah program perluasan
jalan. Di lain pihak, ternyata, sama sekali tak menjamin
bahwa semakin lebarnya jalan akan mengurangi kemacetan
lalu lintas di mana-mana.
Persoalan
jalan, harus disyaratkan bahwa perilaku yang santun
harus diambil pilihan. Jalan semakin lebar tidak bisa
sebagai satu-satunya jawaban bila para pengendara
kendaraan tidak santun di jalan raya.
Ini memberi
semacam pemahaman bahwa di jalan raya juga perlu sopan
santun dan keadaban. Di jalan dapat menjadi semacam
cermin sejauhmana kita menghargai orang-orang lain yang
juga menggunakan jalan. Memahami saling membutuhkan itu,
akan menampakkan kesantunan di sana .
Lampu
adalah secuil dari saling pengertian itu. Orang-orang
yang hanya mengejar kepentingannya semata akan menyorot
lampu jauhnya sepanjang jalan. Padahal, di jalan juga
ada pengguna jalan yang berlawanan arah dan mereka juga
harus mengerti bahwa tidak menggunakan lampu jauh karena
kita sedang lewat.
Saya punya
banyak pengalaman tentang lampu ini. Dengan memakai
motor yang lampunya tidak menjangkau jauh, akan sangat
terganggu dengan lampu-lampu kendaraan yang memakai
lampu untuk menembus kabut. Tak jarang, kita harus
berhenti karena jalan yang kita gunakan sudah tak tampak.
Seringkali
kita sampai memberi kode, tapi ada juga yang tidak mau
mengerti. Ditambah jalan kita yang penuh lubang, membuat
kendaraan sering terperosok ke dalamnya.
Bukankah akan sangat berbahaya bila banyak orang
terperosok ke dalam lubang, hanya gara-gara lampu?[ST]