INI
sama sekali bukan masalah bunga, yang menebarkan
wewangian yang tiada tara. Ini adalah masalah wilayah.
Tapi sama-sama berangkat dari sebuah kata, mekar. Kalau
bunga, menjadi indah disebut sebagai mekar, karena
berkembang dengan sendirinya, seperti sebuah rotasi yang
berlangsung terus-menerus, timbul putik, jadilah bunga,
lalu layu.
Sementara
wilayah, terjadi pemekaran yang seperti lomba. Sudah
pasti, pe-mekar-an, tidak selalu akan berlangsung alami.
Pe-an dari mekar, adalah usaha untuk mengembangkan
sebuah kawasan.
Namanya
sebagai usaha, otomatis, dibutuhkan adanya rasionalisasi.
Mulai dari pemunculan ide, sampai menciptakan peluang
dan alasan. Untuk mendukung ini, malah harus ada tenaga
intelektual yang melakukan kajian terhadap potensi yang
tersedia.
Sebuah
upaya, tentu berpotensi untuk berkemungkinan untung
maupun rugi. Masalah untung-rugi, juga sangat tergantung
kepada siapa yang memegang peranan. Bila kepentingan
tertentu yang bermain, maka untung-rugi akan berbeda
bila dibandingkan tak ada kepentingan tertentu.
Untung-rugi
sudah bisa diperhitungkan dari awal. Orang-orang yang
rela mengeluarkan bermiliar-miliar dari awal, sebenarnya
juga sudah bisa mengukur tingkat untung-rugi. Tidak
mungkin seseorang yang sudah mengeluarkan miliaran itu,
tetapi tidak tahu sejauhmana untung yang akan diperoleh.
Untung-rugi
ini, yang jelas, rakyat yang selalu jadi atas nama. Demi
kesejahteraan rakyat. Padahal ada pemekaran wilayah
tertentu, yang sebenarnya kosong pendapatan asli daerah,
tapi dibahasakan rapi dengan “demi kesejahteraan
rakyat”, jadi rasional. Jelas-jelas tamah khaih ateuh
tubueng.
Persoalan
klaih di gampong kita, sangat menarik
untuk dibahas. Klaih, pada galibnya diartikan
sebagai kelas. Tapi dalam masyarakat yang produktif
mengolah minyak dari kelapa, dikenal juga klaih
sebagai bentuknya.
Kelas ini,
orang tua di gampong sering menyebut, bek ka
tambah klaih ateuh tubueng. Apa yang terjadi bila
suatu wilayah tidak memiliki pemasukan? Itu adalah
menambah beban.
Banyak kawasan yang pendapatan asli daerah hanya cukup
untuk memberi gaji bagi orang-orang yang mengurusnya.
Lalu dari mana uang untuk pembangunan? Entahlah. Yang
penting, pemekaran!(ST)