RUMAN, sebuah kata untuk
menggambarkan wajah. Itu makna teks. Orang yang manis,
akan dikatakan sebagai mameh ruman. Dalam
kehidupan sosial di gampong, ruman sangat penting
untuk memperlihatkan tanda. Bila ada sesuatu yang pahit,
diperlihatkan lewat wajah yang kerut. Kroet ruman.
Secara kasar disebutkan sebagai jumoh phet.
Menjadi berbeda bila ada yang menyebut
benci ruman. Kalau dalam masyarakat intelektual,
bila seseorang sudah dihinggapi dengan benci ruman,
maka itu akan ditunjukkan lewat berbantah-bantahan dalam
hal apa saja. Yang penting bantah. Tepat atau tidak,
masuk akal atau tidak, sama sekali tak penting.
Ini terjadi karena seseorang sudah
terlanjur benci ruman. Maka soal benar tidak itu
tak penting. Yang jelas, selalu menghantam.
Benci ruman berpotensi untuk
seterusnya terjadi pembunuhan karakter orang lain. Orang
yang berdiri gagah memberantas korupsi, kolusi dan
nepotisme, bisa saja dikatakan sebagai oportunis, bila
sudah terlanjur di benci ruman.
Suasana benci ruman itu, sangat
kentara terlihat dalam pelaksanaan syariat Islam di
tempat kita. Kenyataan benci ruman, lalu
dibungkus dengan menggandeng isu-isu tertentu yang
secara global sedang berusaha dikembangkan.
Pendomplengan lsu lain seperti sebuah trend, agar
upaya yang sebenarnya melawan syariat Islam menjadi
samar-samar.
Orang
Aceh
membutuhkan syariat Islam. Namun ada beberapa bagian
yang perlu mendapat perhatian dan itu perlu diperbaiki.
Tapi dalam kenyataan benci ruman, dikatakan
menolak syariat Islam dan dikatakan orang
Aceh
tak butuh syariat Islam.
Secara global, suasana benci ruman
juga terjadi terhadap orang-orang berjanggut,
orang-orang bercadar, berjilbab, berbaju panjang. Banyak
negara yang mengklaim dirinya beradab, ternyata melarang
perempuan berjilbab dan menutup dirinya dengan layak.
Orang-orang yang mengklaim beradab, juga sangat gelisah
dengan orang-orang yang memelihara janggutnya.
Benci rumanlah yang menyebabkan
Islam terlanjur dikaitkan dengan kenyataan terorisme.
Ada beberapa kelompok Islam konservatif, lalu dikatakan
sebagai Islam. Berapa banyak kelompok lain yang
konservatif, karena itu tidak benci ruman, maka
jarang disorot. Padahal gerakan konservatif tak hanya
ada dalam agama Islam.
Belum lagi beberapa negara yang
menggunakan hukum Islam, secara global selalui
dicurigai. Masih lumayan kalau tak selalu dikat-kaitkan
dengan keberadaan terorisme. Itu turut dikampanyekan
secara meluas.
Seorang yang benci ruman kepada
tetangganya, maka orang itu tak akan pernah berhenti
membicarakan yang buruk-buruk dari tetangganya itu. Tak
pernah benar apa yang dilakukan tetangga. Benci ruman
telah menyebabkan mata menjadi buta untuk melihat
kebaikan-kebaikan yang dilakukan.
Benci ruman, di masa-masa
mendatang, sepertinya makin kental. Tak hanya di tingkat
kawasan. Tapi juga di tingkat global.[ST]