EBEBASAN
seks, sudah mulai terasa ketika internet menjadi satu
kebutuhan baru di Indonesia pertengahan 1990-an. Hal itu
juga terasa di Aceh, ketika internet tak hanya dapat
diperoleh dari beberapa jaringan saja seperti dulu.
Kini, dengan bantuan satelit, jaringan internet sudah
bisa diakses dari pedalaman gampong.
Di
gampong kita sekalipun, sangat mudah untuk
mendapatkan gambar-gambar syur. Banyak situs yang
beredar. Para pemilik warung internet bahkan kebingungan
menutup akses situs-situs biru itu, karena begitu banyak
nama situs. Banyak warung internet yang akhirnya memilih
jalan sendiri dengan menempelkan peringatan kepada
pengunjung: Pengguna, apabila membuka situs jorok, di
luar tanggungan kami!
Selain
internet, masih ada teknologi telepon seluler yang dari
hari ke hari kian canggih. Kalau dulu, ketika telepon
seluler pertama hadir, fasilitas yang ada sedikit.
Awalnya hanya bisa menyampaikan pesan pendek. Tak berapa
lama, sebuah telepon seluler bisa dipergunakan untuk
memotret bahkan untuk syuting. Akhir-akhir ini, hadir
pula fasilitas telepon dengan kemudahan bisa melihat
penelepon.
Pergaulan
nyaris tanpa sekat. Dokumentasi paling pribadi sekalipun
beredar juga lewat telepon seluler. Beberapa kali polisi
menemukan gambar-gambar jorok di dalam handphone
pelaku kejahatan.
Entah
berapa banyak sudah gambar-gambar jorok para remaja yang
berseragam sekolah menyebar lewat telepon seluler dan
internet. Gambar-gambar itu lalu menyebar tanpa batas.
Bahkan ketika gambar telanjang melalui telepon seluler
yang menimpa seorang terhormat beredar pada sebagian
masyarakat, televisi menyiarkan pula secara blak-blakan.
Kita harus
segera tersadar, tentang peredaran gambar-gambar jorok
yang dari hari ke hari kian menyebar. Ini menunjukkan
betapa kebebasan baru bagi sebagian orang sudah lahir
mencari bentuknya sendiri. Kalau tidak menyiapkan
antisipasi dari sekarang, maka sungguh bukan tidak
mungkin, gampong kita sekalipun akan mendapatkan
ruang baru, melalui revolusi seks yang makin
terang-terangan.
Ini sudah
terbukti di beberapa negara bebas. Dan ini semakin
menjalar, terutama dengan semakin mudahnya mendapatkan
gambar artis-artis panas di negeri ini. Belum lagi kasus
perilaku seks bebas menunjukkan peningkatan lewat
berita-berita suratkabar. Tiap hari, ada saja orang yang
tertangkap sedang berzina.
Sungguh
membahayakan bila ada orang yang melambangkan gaul
dengan kebebasan seks. Karena seks bebas semakin
terbukti membawa banyak masalah. Makanya agama-agama
melarang seks bebas.
Kini
gelombang tatanan baru ada yang dilahirkan oleh
kelompok-kelompok orang yang sakit, dengan membuat pesta
seks di akhir pekan. Orang-orang yang berjiwa sama akan
saling bertemu dan melakukan pesta seks secara
bersama-sama. Persis seperti dunia binatang, yang tidak
ada lagi kemaluan yang tersisa.
Segala
perkembangan dunia, sangat mudah diikuti dari
perkembangan teknologi internet dan telepon seluler.
Jangan heran bila sewaktu-waktu, andai kita tak berbuat
apa-apa, tiba-tiba di telepon seluler anak kita yang
sama sekali tak kita duga, sudah terdapat gambar-gambar
jorok. Masih untung bila gambar itu diperankan oleh
orang lain. Bayangkan bila perannya sekaligus, dilakoni
oleh anak-anak kita yang memakai telepon seluler,
nauzubillah.
Bila tidak
berbuat apa-apa, semisal mengantisipasi moralitas, maka
perkembangan itu, tunggu saja ada dalam rumah kita. Ya,
di dalam rumah kita![ST]