HOME| GAMPONG LAINYA |

 

Kolom Gampong STRIPA 060507|
SELULER
Oleh: Sulaiman Tripa |Koordinator FDT Budaya Aceh Institute

EBEBASAN seks, sudah mulai terasa ketika internet menjadi satu kebutuhan baru di Indonesia pertengahan 1990-an. Hal itu juga terasa di Aceh, ketika internet tak hanya dapat diperoleh dari beberapa jaringan saja seperti dulu. Kini, dengan bantuan satelit, jaringan internet sudah bisa diakses dari pedalaman gampong.

Di gampong kita sekalipun, sangat mudah untuk mendapatkan gambar-gambar syur. Banyak situs yang beredar. Para pemilik warung internet bahkan kebingungan menutup akses situs-situs biru itu, karena begitu banyak nama situs. Banyak warung internet yang akhirnya memilih jalan sendiri dengan menempelkan peringatan kepada pengunjung: Pengguna, apabila membuka situs jorok, di luar tanggungan kami!

Selain internet, masih ada teknologi telepon seluler yang dari hari ke hari kian canggih. Kalau dulu, ketika telepon seluler pertama hadir, fasilitas yang ada sedikit. Awalnya hanya bisa menyampaikan pesan pendek. Tak berapa lama, sebuah telepon seluler bisa dipergunakan untuk memotret bahkan untuk syuting. Akhir-akhir ini, hadir pula fasilitas telepon dengan kemudahan bisa melihat penelepon.

Pergaulan nyaris tanpa sekat. Dokumentasi paling pribadi sekalipun beredar juga lewat telepon seluler. Beberapa kali polisi menemukan gambar-gambar jorok di dalam handphone pelaku kejahatan.

Entah berapa banyak sudah gambar-gambar jorok para remaja yang berseragam sekolah menyebar lewat telepon seluler dan internet. Gambar-gambar itu lalu menyebar tanpa batas. Bahkan ketika gambar telanjang melalui telepon seluler yang menimpa seorang terhormat beredar pada sebagian masyarakat, televisi menyiarkan pula secara blak-blakan.

Kita harus segera tersadar, tentang peredaran gambar-gambar jorok yang dari hari ke hari kian menyebar. Ini menunjukkan betapa kebebasan baru bagi sebagian orang sudah lahir mencari bentuknya sendiri. Kalau tidak menyiapkan antisipasi dari sekarang, maka sungguh bukan tidak mungkin, gampong kita sekalipun akan mendapatkan ruang baru, melalui revolusi seks yang makin terang-terangan.

Ini sudah terbukti di beberapa negara bebas. Dan ini semakin menjalar, terutama dengan semakin mudahnya mendapatkan gambar artis-artis panas di negeri ini. Belum lagi kasus perilaku seks bebas menunjukkan peningkatan lewat berita-berita suratkabar. Tiap hari, ada saja orang yang tertangkap sedang berzina.

Sungguh membahayakan bila ada orang yang melambangkan gaul dengan kebebasan seks. Karena seks bebas semakin terbukti membawa banyak masalah. Makanya agama-agama melarang seks bebas.

Kini gelombang tatanan baru ada yang dilahirkan oleh kelompok-kelompok orang yang sakit, dengan membuat pesta seks di akhir pekan. Orang-orang yang berjiwa sama akan saling bertemu dan melakukan pesta seks secara bersama-sama. Persis seperti dunia binatang, yang tidak ada lagi kemaluan yang tersisa.

Segala perkembangan dunia, sangat mudah diikuti dari perkembangan teknologi internet dan telepon seluler. Jangan heran bila sewaktu-waktu, andai kita tak berbuat apa-apa, tiba-tiba di telepon seluler anak kita yang sama sekali tak kita duga, sudah terdapat gambar-gambar jorok. Masih untung bila gambar itu diperankan oleh orang lain. Bayangkan bila perannya sekaligus, dilakoni oleh anak-anak kita yang memakai telepon seluler, nauzubillah.

Bila tidak berbuat apa-apa, semisal mengantisipasi moralitas, maka perkembangan itu, tunggu saja ada dalam rumah kita. Ya, di dalam rumah kita![ST]