AGI
kawula muda, tiap hari ahad pagi sudah memiliki
aktivitas baru. Berbondong-bondong ke sebuah lapangan
untuk bersenam. Sebenarnya, senam itu diperuntukkan
untuk orang-orang yang berjenis kelamin perempuan.
Khusus perempuan. Tapi terlihat banyak lelaki yang
mengikutinya.
Selidik
punya selidik, ternyata perempuan banyak yang memakai
pakaian senam yang superketat, dengan kaos yang serba
tanggung. Hingga banyak anak muda yang tergiur untuk
mengikutinya. Sengaja para pemuda tidak berbanja
di barisan depan. Umumnya, mereka memilih barisan yang
paling belakang.
Ketika
mulai bersenam, banyak perempuan yang tersibak bagian
belakangnya. Kata orang Aceh, peurincuennya
kelihatan. Malah celana dalamnya pun kelihatan. Entah
karena itu, banyak pemuda yang lebih memilih tempat di
belakang ketimbang di depan.
Orang-orang
yang ikut senam pun selalu bertambah dari Ahad ke Ahad.
Lapangan yang dulunya terasa sangat lebar, kini penuh
dengan lautan manusia yang bersenam. Kebanyakan adalah
yang muda-muda.
Entah siapa
yang memelopori, yang jelas, senam itu berlangsung
seperti ada panitianya. Ada pengeras suara, ada pengatur
musiknya, ada pengatur geraknya, dan ada pengatur
barisannya.
Sebenarnya
bukan pada senamnya, tapi pada keganjilannya. Senam,
tentu sangat baik bagi kesehatan. Tapi kalau senam akan
menganggu kesehatan yang lain, tentu juga tidak sehat
hasilnya.
Seperti tak
ada orang yang berusaha mengatur agar orang-orang yang
ikut menjaga kesopanan. Kalaulah perempuan sudah suka
memakai pakaian yang superketat dengan kaos tanggung,
seyogianya ada orang yang mengatur agar pemuda tak
mengambil posisi di barisan belakang.
Atau, kalau
memang senam itu hanya untuk perempuan, sudah seharusnya
ada yang memberi ketegasan: pemuda, siapapun dia, tidak
boleh ikut, titik. Tapi nyatanya, tidak ada. Senam untuk
pemudi, tapi pemuda ikut. Walaupun masih bisa
dipertanyakan alasan para pemuda ikut senam-senam untuk
pemudi itu.
Yang jelas,
senam berjalan dengan semarak, bila diukur dengan jumlah
orang yang datang selalu bertambah. Barangkali, para
pemuda pun memberitahukan kepada teman-temannya yang
lain, bahwa di sana ada senam untuk para pemudi, dan
umumnya mereka memakai pakaian superketat dengan kaos
tanggung.
Saya pernah
ditanyakan oleh beberapa teman perempuan, tentang: apa
yang salah dengan pakaian? Kalau pertanyaan hanya
sebatas itu, barangkali ada energi untuk menjawab. Tapi
ketika ada seorang teman akrab saya menanyakan: ada apa
kalau perempuan ingin memperlihatkan keindahan tubuhnya?
Nah, itu yang saya tidak bisa jawab apa-apa.
Para pemuda
juga sudah cenderung memakai pakaian-pakaian tanggung.
Banyak bulu tubuh mereka yang kelihatan. Mungkin saja,
para pemuda ingin menampakkan keindahan tubuhnya juga.
Inilah yang
terjadi di sebuah lapangan tempat bersenam. Barangkali
ada orang-orang yang menanyakan hal yang seperti saya
ungkapkan. Tentu, tanggapan orang-orang yang mendengar
itu, pasti memiliki tanggapan yang berbagai-ragam.
Konon lagi
orang-orang yang sudah menjadwalkan bersenam di lapangan
itu tiap hari ahad pagi. Bukan di lapangan yang lain.
Itu namanya, tidak sehat. Padahal senam adalah untuk
kesehatan.
Maafkan
bila ternyata mata saya salah melihat![ST]