HOME| GAMPONG LAINYA |

 

 

Kolom Gampong STRIPA 310507|
TRADISI
Oleh: Sulaiman Tripa |Koordinator FDT Budaya Aceh Institute

ANYAK orang gampong kita yang sudah memproklamirkan bahwa hal-hal yang tabu sudah sepatutnya diubah. Padahal di tempat tertentu, hal-hal tabu masih dipegang, masih nyata. Tahun ini, ketika 17.000 orang Meksiko telanjang bulat dan jadi pemecah rekor tertinggi dari yang pernah terjadi di negara lain dengan angka 8.000 saja, ternyata masih ada orang yang di sekitar mereka mempertanyakan: bagaimana mereka bisa begitu rendah?

Orang-orang dalam keadaan bugil. Dikomandoi oleh seorang potografer dengan memegang pengeras suara, memerintahkan beberapa gerak untuk difoto. Berhasil. Gerakan itu berhasil merebut catatan terbaru dalam Guinnes Book Record. Salah satu edisi Tempo, menutup kalimat, kira-kira: kalau di Indonesia, kita malah tidak bisa membayangkan bayangan seperti itu.

Tapi apa kurang? Ketika di Ancol atau tempat-tempat hiburan, Sabtu dan Minggu, berpasang-pasang manusia melepas birahinya dengan tidak lagi masuk akal. Duduk-duduk saling berdekatan dan tidak ambil pusing. Tangan meraba pasangannya, masuk ke mana-mana.

Kondisi ini, tentu hampir sama dengan beberapa kelompok orang yang memiliki tradisi tukar pasangan di sebuah rumah tertentu. Mereka saling melepas birahi dengan bertukar-tukar pada sebuah ruang. Benar-benar seperti birahi kebinatangan. Dan itu dikatakan sebagai gejala hiburan baru masyarakat yang sudah hampa ruang spiritual.

Ada yang tabu, ada yang tidak. Ada yang ditolak, tapi ada yang diam-diam melakukan. Seperti porno, yang ditolak, tapi berbagai ruang tak pernah mati dari porno, hingga ia seperti tidak pernah mati.

Di India, ada kisah lain. Seputar hal-hal yang dianggap masih tabu. Aktris Hollywood, Richard Gere yang berkebangsaan Amerika Serikat, mencium bintang Bollywood, Shilpa Shetty, pada saat mereka bersama-sama bertemu di Delhi dalam suatu acara kampanye jauhi AIDS. Itu terjadi pada 15 April 2007.

Shilpa Shetty, seperti diberitakan banyak suratkabar, adalah pemenang Celebrity Big Brither –suatu acara reality show di televisi Inggris.

Beberapa kota di Hindia riuh, protes. Dipelopori beberapa kelompok Hindu kanan. Shetty, sangat memahami dengan budaya. Gere pun minta maaf. Menurut penganut Hindu di sana, ciuman mereka sangat vulgar.

Dunia tak pernah rebut waktu itu. Lain halnya bila kelompok Islam yang mengatakan itu sebagai tabu. Beberapa kelompok di Indonesia semisal ada tuntutan yang menggugat majalah-majalah mewah yang mengeksploitasi keindahan tubuh perempuan untuk keuntungan mereka yang bangsat, dikatakan sebagai tidak memberi ruang apresiasi. Tubuh-tubuh itu, dengan kemewahan, juga larut dalam ketelanjangan lalu dibayar dengan sekian.

Di India, pada 26 April 2007, tepatnya di Pengadilan Jaipor Rajasthan, tetap bermasalah ketika memahami “tindakan tak senonoh”. Walaupun disebutkan kalau perilaku itu bisa menerbitkan surat penahanan dan dihukum tiga bulan bagi pelakunya.

Tapi foto ciuman itu yang dimuat Times of Hindia edisi 16 April 2007, tetap dipandang sebagai permainan orang-orang di bisnis hiburan, yang cukup sering menjadi pemenang; wacana atau bukan wacana.(ST)