ANYAK
orang gampong kita yang sudah memproklamirkan
bahwa hal-hal yang tabu sudah sepatutnya diubah. Padahal
di tempat tertentu, hal-hal tabu masih dipegang, masih
nyata. Tahun ini, ketika 17.000 orang Meksiko telanjang
bulat dan jadi pemecah rekor tertinggi dari yang pernah
terjadi di negara lain dengan angka 8.000 saja, ternyata
masih ada orang yang di sekitar mereka mempertanyakan:
bagaimana mereka bisa begitu rendah?
Orang-orang
dalam keadaan bugil. Dikomandoi oleh seorang potografer
dengan memegang pengeras suara, memerintahkan beberapa
gerak untuk difoto. Berhasil. Gerakan itu berhasil
merebut catatan terbaru dalam Guinnes Book Record.
Salah satu edisi Tempo, menutup kalimat,
kira-kira: kalau di Indonesia, kita malah tidak bisa
membayangkan bayangan seperti itu.
Tapi apa
kurang? Ketika di Ancol atau tempat-tempat hiburan,
Sabtu dan Minggu, berpasang-pasang manusia melepas
birahinya dengan tidak lagi masuk akal. Duduk-duduk
saling berdekatan dan tidak ambil pusing. Tangan meraba
pasangannya, masuk ke mana-mana.
Kondisi
ini, tentu hampir sama dengan beberapa kelompok orang
yang memiliki tradisi tukar pasangan di sebuah rumah
tertentu. Mereka saling melepas birahi dengan
bertukar-tukar pada sebuah ruang. Benar-benar seperti
birahi kebinatangan. Dan itu dikatakan sebagai gejala
hiburan baru masyarakat yang sudah hampa ruang
spiritual.
Ada yang
tabu, ada yang tidak. Ada yang ditolak, tapi ada yang
diam-diam melakukan. Seperti porno, yang ditolak, tapi
berbagai ruang tak pernah mati dari porno, hingga ia
seperti tidak pernah mati.
Di India,
ada kisah lain. Seputar hal-hal yang dianggap masih tabu.
Aktris Hollywood, Richard Gere yang berkebangsaan
Amerika Serikat, mencium bintang Bollywood, Shilpa
Shetty, pada saat mereka bersama-sama bertemu di Delhi
dalam suatu acara kampanye jauhi AIDS. Itu terjadi pada
15 April 2007.
Shilpa
Shetty, seperti diberitakan banyak suratkabar, adalah
pemenang Celebrity Big Brither –suatu acara
reality show di televisi Inggris.
Beberapa
kota di Hindia riuh, protes. Dipelopori beberapa
kelompok Hindu kanan. Shetty, sangat memahami dengan
budaya. Gere pun minta maaf. Menurut penganut Hindu di
sana, ciuman mereka sangat vulgar.
Dunia tak
pernah rebut waktu itu. Lain halnya bila kelompok Islam
yang mengatakan itu sebagai tabu. Beberapa kelompok di
Indonesia semisal ada tuntutan yang menggugat
majalah-majalah mewah yang mengeksploitasi keindahan
tubuh perempuan untuk keuntungan mereka yang bangsat,
dikatakan sebagai tidak memberi ruang apresiasi.
Tubuh-tubuh itu, dengan kemewahan, juga larut dalam
ketelanjangan lalu dibayar dengan sekian.
Di India,
pada 26 April 2007, tepatnya di Pengadilan Jaipor
Rajasthan, tetap bermasalah ketika memahami “tindakan
tak senonoh”. Walaupun disebutkan kalau perilaku itu
bisa menerbitkan surat penahanan dan dihukum tiga bulan
bagi pelakunya.
Tapi foto ciuman itu yang dimuat Times of Hindia
edisi 16 April 2007, tetap dipandang sebagai permainan
orang-orang di bisnis hiburan, yang cukup sering menjadi
pemenang; wacana atau bukan wacana.(ST)