HOME| GAMPONG LAINYA |

 

 

Kolom Gampong STRIPA 010607|
TRADISI (1)
Oleh: Sulaiman Tripa |Koordinator FDT Budaya Aceh Institute

TERNYATA, persoalan tabu di India, masih sangat kental. Tak hanya ciuman Richard Gere dan Shilpa Shetty, tetapi juga Aishwarya Rai. Mungkin karena banyak gugatan, film-film mereka pun lebih banyak di ekspor ke Eropa dan negara seperti Indonesia. Di Aceh, beberapa tempat malah sempat terkenal dengan anak muda suka nonton film India.

Film India, ada yang khas. Ulee teutop, tetapi pruet teuhah. Itulah ciri khasnya. Ditambah ada lagu-lagi di dalamnya dengan durasi film yang mencapai 3-4 jam. Dengan cerita yang umumnya hampir bisa diprediksi. Yang jelas, itu menjadi tontonan di beberapa warung kopi yang saya kunjungi. Sebagian orang yang mau bekerja, ke sawah umumnya, memilih menghabiskan waktu untuk nonton film India terlebih dahulu.

Pakaiannya akan membuat orang-orang terganggu di awalnya. Tapi lama-lama, itu sudah menjadi biasa. Bukan lagi masalah. Bayangkan, pegang-pegangan merangsang lewat film-film India, lambat laun sudan diterima sebagai tontonan yang menarik.

Beruntung tidak ada yang tertindih dalam menonton film-film seperti itu. Karena di beberapa tempat, saya melihat sendiri, bagaimana seorang ayah dan anak duduk beriringan dalam menonton film yang sama.

Itulah film India, film yang kental dengan lagu-lagunya yang dangdutan. Sampai-sampai pekerja hiburan di Indonesia pun, khususnya yang memilih jalur dangdut, juga selalu menyanyi berbahasa India. Entah mereka mengerti maksudnya.

Orang-orang di televisi Indonesia, juga memakai pakaian seperti dalam lagu-lagu India. Meraba-raba tubuh juga seperti dalam film India. Pokoknya, hampir tidak ada beda bila dilihat sekilas. Lambat laun, bukan lagi suatu masalah yang ditolak dari segi culture.

Namun aktris Bollywood, Aishwarya Rai, yang mantan Miss World –sebagai salah satu ajang yang mengeksploitasi kecantikan tubuh perempuan—digugat di negaranya. Bukan seperti Gere dan Shetty yang berciuman secara langsung. Kalau Rai, berciuman di dalam film barunya, Dhoom II, yang merupakan film action layar lebar. Bintang yang mencium Rai (dalam film itu) adalah Hrithik Roshan.

Artinya, di beberapa wilayah di India, ciuman masih terlalu tabu walau dilakukan oleh selebritis dan hanya di dalam televisi. Hal ini berbeda dengan sambutan ciuman panas Madonna, dengan birahinya membabat Britney Spears suatu malam dalam sebuah acara di Inggris, peserta yang hadir bertepuk tangan dengan meriah.

Beberapa acara hiburan di Indonesia, juga terus diproyeksikan untuk menghilangkan ketabuan yang seperti itu. Di pertemuan-pertemuan yang nyata, pasangan-pasangan berciuman dan berpelukan dan itu menjadi konsumsi public lewat banyak mata acara infotainment di televisi.

Sedangkan di India, di tengah produksi film-film yang mengumbar pusar perempuan, tapi ada orang yang menggugatnya dengan terang. Rai, bahkan menghadiri pengadilan di Muzaffarpul untuk menyelesaikan ciumannya dalam sebuah film.s

Padahal ia sudah hebat. Suaminya, Abishek Bachan yang menikah dengan gegap-gempita pada 21 April 2007. menjadi keluarga Bachan pun, tetap digugat.(ST)