|
Definisi Ulang Gerakan Perempuan Aceh
Oleh: Mashudi SR |
Aktivis
Lembaga Kajian Islam Transformatif (elKIT)
Celakanya, para tokoh perempuan Aceh di
level provinsi merasa bahwa dipundak merekalah semua
persoalan perempuan Aceh ditumpukan...
GENDER
YANG HARMONIS
110707
Oleh: Mastur Yahya |
Penulis adalah mantan Ketua Umum
HMI Cabang Banda Aceh periode 1997-1998, peminat
masalah Gender,
tinggal di Banda Aceh
Kemasan jender di Aceh masih
bersifat provokatif budaya (“membedaki” budaya
perempuan Aceh yang dianggap tertindas dan ketinggalan
zaman).
BEYOND
GENDER
090707
Oleh: Muna Madrah |
Mahasiswa S2
Program Studi Sosiologi, FISIPOL Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta.
SAYA
sepakat bahwa tidak semua konsep-konsep pemikiran
barat hendaknya tidak serta merta kita adopsi. Akan
tetapi tidak juga artinya kita meyakini bahwa keadaan
perempuan Aceh dangan budaya dan nilai-nilai yang ada
sudah 'baik-baik' saja.
Ketika
Misoginis Memaknai Gender
|
290607
(Tanggapan
untuk tulisan Effendi Hasan:
Ada Apa Dengan Gender | acehinstitute.org/270607)
Oleh: Zubaidah Djohar | Aktivis Perempuan Aceh
Tulisan Effendi Hasan
kontradiktif. Di satu sisi berupaya menghargai
perempuan, namun di sisi lain merendahkan perempuan.
Maksud hati ingin mengambalikan martabat perempuan
namun yang muncul justru sikap-sikap misoginis
(kebencian terhadap perempuan) dan kembali menjatuhkan
harkat dan martabat perempuan.
Gender
Barat Vs Gender Aceh?
|
280607
(Tanggapan
untuk tulisan Effendi Hasan)
Oleh: Hs st Sabri | Anggota Komunitas
Ubuntu Indonesia, tinggal di Banda Aceh
Tulisan 'Ada
Apa Dengan Gender' seharusnya tidak pantas keluar
dari mulut yang mengaku Intelektual Aceh seperti Effendi Hasan
Ada
Apa Dengan Gender?
| 270607
Oleh : Effendi
Hasan |Mahasiswa Program S3 Universiti Kebangsaan Malaysia
TOKOH-tokoh gender di Aceh tidak ada alasan
yang kuat untuk mempelopori atau mengikuti konsep-konsep pembebasan
gender yang diusung oleh NGO-NGO asing
di Aceh yang membawa isu gender ala barat,
kenapa?
|